SELAMAT DATANG DI WEBSITE RESMI BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH PROVINSI SULAWESI TENGAH      SELAMAT DATANG DI WEBSITE RESMI BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH PROVINSI SULAWESI TENGAH

SOSIALISASI RENCANA AKSI PANGAN DAN GIZI (RAD-PG) MULTISEKTOR PROVINSI SULAWESI TENGAH TAHUN 2015-2019

Ditayangkan: Selasa, 05 April 2016

Rabu, (2/3/2016), bertempat di Hotel Mercure,  Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Sulawesi Tengah melalui Bidang Perekonomian dan Pengembangan Wilayah melaksanakan Sosialisasi Rencana Aksi Pangan dan Gizi (RAD-PG) Multi Sektor Provinsi Sulawesi Tengah Tahun 2015-2019.  Peserta pada sosialisasi Ini berasal dari SKPD lingkup Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah yang terkait dengan penyusunan RAD-PG multi sektor Provinsi Sulawesi Tengah; Bank Indonesia, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional serta Balai POM Provinsi Sulawesi Tengah; Bappeda, DinasKkesehatan dan Badan Ketahanan Pangan kabupaten/kota se-Sulawesi Tengah dan Tim RAD-PG Multi Sektor Provinsi Sulawesi Tengah.

Tujuan sosialisasi Ini adalah (1) memberikan pemahaman kepada kabupaten/kotamengenai rad-pg multisektor tahun 2015-2019 yang kemudian ditindaklanjuti dengan penyusunan rencana aksi daerah pangan dan gizi multi sektor kabupaten/kota (2) sebagai acuan dalam memberikan pendampingan penyusunan RAD-PG  kabupaten/kota.

Narasumber pada sosialisasi ini diantaranya Adalah (1) Direktur Kesehatan Dan Gizi Masyarakat (Dr.Drg. Theresia Ronny Andayani, MPH) Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/ Bappenas (2) Kepala Bappeda Provinsi Sulawesi Tengah.

Theresia Ronny Andayani memaparkan bahwa dampak masalah pangan dan gizi pada usia dini tidak terbatas pada status gizi saja, seperti pendek, kegemukan, dan gizi buruk, tetapi jauh lebih luas karena terkait dengan risiko rendahnya  kecerdasan, serta risiko menderita penyakit tidak menular pada usia dewasa. Untuk mengatasinya,  perlu kerjasama multisektor di pusat-daerah sehingga ibu hamil dan Ibu menyusui tidak kurang makan, tidak kurus, dan tidak anemia; anak tidak BBLR, tidak pendek, tidak anemia; dan anak dan orang dewasa tidak gemuk.

Selain itu, ibu Theresia Ronny Andayani  menjelaskan bahwa tujuan RAN-PG adalah (1) Mengintegrasikan dan menyelaraskan perencanaan pangan dan gizi nasional melalui koordinasi program dan kegiatan multisektora (2)  Meningkatkan pemahaman, peran dan komitmen Pemangku Kepentingan Pangan dan Gizi untuk mencapai Kedaulatan Pangan serta Ketahanan Pangan dan Gizi (3) Memberikan panduan bagi Pemerintah dan Pemerintah Daerah dalam melaksanakan rencana aksi Pangan dan Gizi dengan menggunakan pendekatan multisektor dan (4) Memberikan panduan bagi Pemerintah dan Pemerintah Daerah dalam melaksanakan pemantauan dan evaluasi rencana aksi Pangan dan Gizi.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Bappeda Provinsi Sulawesi Tengah, Prof. Dr. rer.pol. Patta Tope, SE memaparkan evaluasi tematik mulai Pilar 1 s/d Pilar 5 dari RAD-PG.

            Lebih lanjut, beliau menjelaskan tentang Identifikasi Masalah yaitu :

Pilar 1, Perbaikan gizi masyarakat : Belum semua Petugas Kesehatan Berkomitmen terhadap ASI Eksklusif 

Pilar 2, Peningkatan aksesibilitas pangan : Masih rendahnya kesadaran masyarakat tentang pola konsumsi pangan masyarakat pangan yang aman, beragam, bergizi, berbasis sumber daya lokal yang seimbang ; Masih adanya Kabupaten/Kota yang tergolong dalam daerah rawan pangan

Pilar 3, Pengawasan mutu dan keamanan Pangan : Jumlah tenaga penyuluh keamanan pangan dan inspektur Pangan yang belum memadai dibandingkan dengan jumlah sarana pangan yang harus dimonitor dan di awasi ; Masih terdapat produk pangan lokal yang tidak memenuhi syarat, sarana Industri Pangan Rumah Tangga (IRTP) belum menerapkan standar cara produksi pangan yang baik dan sarana penjualan makanan belum menerapkan cara distribusi yang baik.

Pilar 4, Perilaku hidup bersih dan sehat : Masih rendahnya rumah tangga yang ber-PHBS ; Masih minimnya akses sanitasi dan air bersih yang layak

Pilar 5, Kelembagaan panagan dan gizi : Belum optimalnya peran dan fungsi Dewan Ketahanan Pangan (DKP) sebagai lembaga fungsional koordinator dalam penanganan ketahanan pangan di Kab/Kota ; Belum maksimalnya peran lumbung pangan dalam rangka memperkuat cadangan pangan masyarakat.

Kemudian selanjutnya beliau menjelaskan tentang Rencana Tindak Lanjut dari kelima pilar tersebut adalah :

Pilar 1, Perbaikan gizi masyarakat : Meningkatkan pendidikan gizi masyarakat melalui penyediaan materi KIE dan Kampanye; Meningkatkan kemampuan dan keterampilan petugas, dalam pemantauan pertumbuhan, konseling menyusui dan MP-ASI, tatalaksana gizi buruk, surveilans dan program gizi lainnya;

Pilar 2, Peningkatan aksesibilitas pangan : Meningkatkan infrastruktur dan kelembagaan ekonomi perdesaan;  Meningkatkan efisiensi dan efektifitas intervensi bantuan/subsidi pangan kepada kelompok masyarakat tertentu

Pilar 3, Pengawasan mutu dan keamanan Pangan : Pengontrolan terhadap Produk pangan yang menggunakan bahan tambahan pangan (pewarna berbahaya, pemanis buatan, formalin, boraks) yang dilarang atau melebihi batas penggunaan ; Kegiatan pendidikan kepada penjual pangan dan konsumen tentang cara penanganan pangan olahan dan pangan segar yang baik

Pilar 4, Perilaku hidup bersih dan sehat : Peningkatan akses informasi dan edukasi tentang perilaku hidup bersih  dan sehat kepada individu, keluarga dan masyarakat;

Pilar 5, Kelembagaan panagan dan gizi : Koordinasi program pembangunan ketahanan pangan lintas sector ; Efektivitas peran dan fungsi Dewan Ketahanan Pangan. (um)

Pin It
Dilihat: 42448