Focus Group Discussion Bidang Ketenagalistrikan Berbasis Kewilayahan di Wilayah Sulawesi

Event Date:
Start at 9:00 AM
September 14, 2023
E-Mail
bappedasultengofficial@gmail.com

Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 40 Tahun 2006 tentang Tata Cara Penyusunan Rencana Pembangunan Nasional, Menteri PPN/Kepala Bappenas bertugas menyiapkan rancangan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional. Dalam rangka koordinasi dan sinkronisasi penyiapan dan penyusunan rancangan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional sehingga Bappenas dalam merumuskan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2024-2029 melaksanakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) dengan para pemangku kepentingan di berbagai wilayah guna melakukan diskusi yang lebih mendalam dan mendapatkan masukan dan aspirasi dari setiap daerah untuk melahirkan Rencana pembangunan yang tepat sasaran yang kegiatannya dilaksanakan di The Rinra Hotel Makassar, Jl. Metro Tj. Bunga No.2, Panambungan, Kec. Mariso, Kota Makassar, Sulawesi Selatan. 

Dalam Penyampaian Materi Oleh Kepala Bappeda Provinsi Sulawesi Tengah terdapat Pokok Pokok Pikiran yang disampaikan terkait dengan Penyusunan Background Study RPJMN Tahun 2025 2029 Bidang Ketenagalistrikan Berbasis Kewilayahan yaitu :

  1. Target Rumah Tangga di Sulawesi Tengah yang akan dialiri Listrik di tahun 2024 akan dimasukan dalam usulan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional akan direview Kembali.
  2. Pertumbuhan Ekonomi Provinsi Sulawesi Tengah 15, 17 % diatas rata rata nasional dan di regional Sulawesi, Sulawesi Tengah Menempatu Urutan pertama pertumbuhan ekonomi tertinggi regional Sulawesi dan Pertumbuhan Ekonomi Sulawesi Tengah adalah kontribusi dari Industri Pengolahan, Pertanian, Kehutanan dan Pertanian. Kabupten banggai, kabupaten Morowali dan Kabupaten Morowali Utara kabupaten penyumbang tertinggi pertumbuhan ekonomi Sulawesi Tengah, disatu sisi ini merupakan kabar gembira namun disisi lain juga masih terdapat disparitas pertumbuhan ekonomi antar kabupaten di Sulawesi Tengah sehingga kedepannya akan dilakukan evaluasi agar disparitas pertumbuhan ekonomi antar kabupaten di Sulawesi Tengah tersebar dengan baik dan merata sesuai keunggulan daerah masing masing.
  3. Kondisi PDRB per kapita Sulawesi Tengah juga tingga sebesar 23,70 % cukup tinggi dan masuk dalam ketegoru Upper Middle Income dalam pemeringkatan pendapatan rata rata Masyarakat nasional angka ini menempatkan provinsi Sulawesi Tengah berada di Peringkat 6 Nasional sehingga tidak lama lagi provinsi Sulawesi Tengah akan masuk masuk dalam High Income sehingga jika ditinjau dari sisi perencanaan Kelistrikan kebutuhan kelistrikan Sulawesi Tengah akan meningkat drastis.
  4. Dari Sisi Pengangguran Terbuka dibawah nasional 3,75 % capaian 2021 dan 3 % capaian 2022.
  5. Kemiskinan masih cukup tinggi 12,30 % di tahun 2022 untuk Kawasan regional Sulawesi masih cukup tinggi jika dibandingkan dengan Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Selatan hal ini dipengaruhi olah perpindahan penduduk ke Sulawesi Tengah karena daya Tarik Industri sehingga menarik banyak orang bermigrasi ke Provinsi Sulawesi Tengah untuk mencari pekerjaan,
  6. Data Kemiskinan Ekstrem data dari Menko PMK 2023 ada beberapa Keluarga yang masuk kedalam Kategori Kemiskinan Ekstrem 1 sebanyak 13.366 dan Kemiskinan Ekstrem2 5.395 yang menggunakan penerangan listrik meteran.
  7. Sektor ketenagalistrikan, rasio elistrifikasi Sulawesi Tengah realisasi 90.85 % dan tercapai 90.65 % sehingga masih ada 0,15 % belum terealisasi memiliki listrik, rasio desa 2019-2022, 2021 capaian 94,65 %, 2022, capaian 95,34 %.
  8. Kebutuhan daya Provinsi Sulawesi Tengah 2022-2026, UP 3 Toli Toli 31 MVA, UP 3 Palu 1845 MVA, UP 3 Luwuk 14 MVA, dan Kabupaten sigi 1480 MVA.

#SALAM PEMBANGUNAN